gravatar

Dasur : Luruh Kepiting, Juara Renang Jabar

Dasur siswa kelas I SMP Negeri Satu Atap 1 Losarang Cemara Kulon Kecamatan Losarang. Ia tinggal di pinggir pantai. Ayahnya, Maskara, bekerja sebagai nelayan. Kalau sudah belajar, Dasur senang mencari kepiting ke petakan tambak. Pulang sore hari, kepiting hasil tangkapannya diberikan kepada orangtuanya untuk dimasak atau dijual.
Meski dia anak seorang nelayan dan hobinya luruh kepiting, Dasur yang pada waktu itu duduk di bangku kelas VI SDN Cemara Kulon telah menunjukkan prestasi gemilang, yaitu juara I renang gaya punggung, dan juara II renang gaya bebas tingkat Jawa Barat pada Olympiade Olahraga Seni Nasional (O2SN) Mei 2010.
Setelah meraih juara I di tingkat Jabar, Dasur mampu mengungguli perenang se-Wilayah III Cirebon yang diselenggarakan UP VI Pertamina Balongan. Selain itu ia juga menjuarai renang gaya punggung yang digelar pihak Hotel Grage Sangkan Kabupaten Kuningan.

Senang berolah-raga renang, kata gurunya Ruhaendi, sejak Dasur duduk di kelas III SD. Jika pulang sekolah getol mencari kepiting kemudian berenang di sungai atau di laut, sambil ditonton teman-temannya. Ketika diadakan Porseni SD, Dasur mengikuti lomba renang di tingkat Kabupaten. Dia mendapat juara. Ketika duduk di bangku kelas V dan VI prestasinya terus membumbung hingga akhirnya ia meraih prestasi juara renang gaya punggung dan gaya bebas tingkat Jawa Barat.
“Di cabang renang, Dasur telah menyandang 10 kali juara, baik di tingkat kecamatan, eks Wilayah III Cirebon, dan di tingkat Jawa Barat. Terima kasih, Dasur telah membawa nama baik sekolah yang berada di tempat terpencil dan mengharumkan nama Indramayu di tingkat provinsi,” kata Amor Sudjono, S.Pd., Kepala SDN Cemara Kulon.

Menurut Dasur, berenang di kali atau di laut jauh amat berbeda jika dibanding berenang di kolam renang. Berenang di laut rasanya enak dan terasa bebas untuk berekspresi. Namun berenang di kolam renang mata terasa perih, dan perasaan terikat dan penuh rasa malu. Makanya ketika akan dilombakan di tingkat kabupaten dan provinsi saya harus berlatih beberapa kali di kolam renang Tirta Kencana Indramayu. Ya, ketika dilombakan, mata saya tidak perih lagi. Dan saya jadi juara,” kata Dasur yang kelahiran 15 Maret 1997 ini.

Menyanduang juara renang tingkat Jabar bagi Dasur hanya memperoleh piagan dan tropi. Hadiah uang sama sekali tidak pernah ia dapatkan. Meskipun demikian, Dasur merasa puas dan dia getol berlatih renang di kolam renang Kecamatan Terisi. Seminggu sekali Dasur berlatih diantar kakak kandungnya. Dasur juga pernah lolos pada prakualifikasi Porda Jabar di Kota Tasikmalaya. Sayang karena sulit komunikasi dia tidak mengikuti Porda ke XV di Bandung.

Sumber : http://tabloid-mh.blogspot.com